Model Partikel dan Membuktikan Adanya Partikel Penyusun Zat

Model dari partikel paling sederhana dapat kita rasakan dengan memegangnya. Pandanglah segenggam gula pasir yang disimpan dalam toples transparan (tembus pandang) dari jarak dekat. Apa yang tampak pada mata kita? Butiran-butiran kecil gula pasir akan tampak oleh matamu. Di antara butiran-butiran gula pasir tersebut, terdapat ruang-ruang kosong. Sekarang, pandanglah gula pasir tersebut dari jarak yang berbedabeda. Dari mulai 1 meter, 2 meter, 3 meter, dan seterusnya sampai kalian hanya melihat bahwa yang tampak dalam toples hanyalah zat berwarna putih. Adapun ruang-ruang kosong antarbutiran gula pasir sudah tidak terlihat lagi.
       Dengan satu pengamatan tersebut, kita diajak untuk belajar membayangkan bahwa apa yang tidak terlihat dengan mata belum tentu tidak ada. Kita dapat saja tidak melihat sesuatu, misalnya sejenis bakteri karena terlalu kecil untuk dilihat dengan mata. Akan tetapi, dengan bantuan mikroskop
kamu dapat dengan jelas melihatnya. Cincin emas, batangbatang besi, air minum yang ada dalam gelas, udara yang kita hirup, dan semua zat yang ada di alam menurut model partikel disusun oleh partikel-partikel terkecil dari zat yang bersangkutan.
       Partikel-partikel terkecil dari zat yang berbeda memiliki ukuran yang berbeda pula. Partikel-partikel ini sangat kecil sehingga dengan bantuan mikroskop paling modern pun, kita belum dapat melihatnya. Sebutir gula pasir dapat mengandung bermilyar-milyar partikel. Setiap partikel zat
tersebut tidak diam, tetapi senantiasa melakukan gerakan. Ruang di antara partikel-partikel tersebut kecil sekali. Ruang tersebut hanya bisa diisi oleh partikel-partikel dari zat lain yang ukurannya lebih kecil daripada ruang antarpartikel tersebut.

Membuktikan Adanya Partikel Penyusun Zat
 Tujuan
      Memahami adanya partikel-partikel penyusun suatu zat
Alat dan bahan
      Gelas kimia ukuran 50 mL, 100 mL, dan 250 mL; kacang polong/ jagung; kacang kedelai/beras
Cara kerja
1. Ke dalam satu buah gelas ukur 50 mL, masuk kan butiran kacang polong atau bisa digantikan dengan butiran jagung sehingga mencapai volume 50 mL.
2. Ke dalam gelas ukur 50 mL yang lain, masukkan butiran kacang kedelai atau bisa digantikan dengan butiran beras sehingga mencapai volume 50 mL.
3. Masuk kan kedua isi gelas ukur itu ke dalam wadah yang sama, misalnya gelas kimia berukuran 250 mL. Aduk hingga tercampur. Masukkan campuran dari kacang polong dan kacang kedelai ke dalam gelas ukur berukuran 100 mL. Amati berapa volume campuran dari kedua jenis kacang-kacangan tersebut.

Tujuan
       Memahami adanya partikel-partikel penyusun suatu zat
Alat dan bahan
       Gelas kimia ukuran 50 mL dan 100 mL, alkohol, air suling atau aquadest
Cara kerja
       Siapkan 50 mL alkohol mutlak dan 50 mL air suling atau aquadest yang telah diberi sedikit pewarna makanan. Masukkan kedua cairan tersebut ke dalam gelas ukur berukuran 100 mL. Amati berapa volume campuran kedua cairan tersebut.

       Kesimpulan apa yang dapat kita peroleh dari kedua kegiatan tersebut? Dari kegiatan pertama diperoleh data bahwa volume campuran antara kacang polong dan kacang kedelai kurang dari 100 mL. Begitu pula pada kegiatan kedua diperoleh data bahwa campuran antara alkohol mutlak dan aquadest memberikan volume larutan kurang dari 100 mL (tepatnya hanya sekitar 97 mL).
Keberadaan ruang kosong antar partikel pada kedua kegiatan di atas menyebabkan volume campuran menjadi kurang dari yang diperhitungkan.
       Kegiatan pertama dan kedua telah memberikan petunjuk pada kita bahwa setiap zat tersusun atas partikel-partikel terkecil yang terdapat pada zat tersebut. Namun, perlu diketahui bahwa ruang kosong antar butiran kacang polong dan kacang kedelai yang terlihat tidak ada apa-apanya, sebenarnya berisi udara. Sementara di antara partikel-partikel terkecil penyusun zat, sama sekali tidak terdapat apa-apa atau vakum.

0 Response to "Model Partikel dan Membuktikan Adanya Partikel Penyusun Zat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel